Bekerja Bersama Teman

Bekerja Bersama Teman

Pada hakikatnya seorang arsitek adalah manusia yang bekerja atas dasar apa yang dia imajinasikan. ya.... mungkin dari awal standard minimal untuk mencapai hasil maksimal lalu terus berkembang.  Ketika bekerja bersama teman, mungkin kendala terbesar adalah disaat menyatukan ide-ide kecil untuk menghasilkan konsep perancangan yang sebenarnya.  Ketidak cocokan antara ide masing-masing bisa membuat ketidak harmonisan hubungan pertemanan, hal itu sangat mungkin mengganggu proyek kerja nantinya.
 
Apakah mungkin hal ini dapat dihindari?
Mungkin saja, karena setiap masalah yang kita hadapi selalu disediakan jalan keluar oleh Tuhan YME.   Hal seperti ini biasanya tidak hanya terjadi pada awal pekerjaan perancangan, hingga mendekati output pekerjaanpun masih sering sekali menemui hal seperti ini.   Mungkin dari beberapa yang saya alami, bisa membantu menghindari ketidak cocokan tersebut. Sekedar share pengalaman ketika bekerja bersama kelompok teman saya mulai menulis beberapa kiat-kiatnya.

1. Mengenal karakter masing-masing.
Tidak ada salahnya untuk mengenal partner kerja seperti saat kita memulai pedekate dengan gebetan.  fungsinya agar tidak canggung mengutarakan pendapat dan sanggahan, agar mengerti batas kemampuan masing untuk bisa saling melengkapi dalam bekerja.  Kadang kita lupa untuk memaksakan kemampuan orang lain bekerja diatas kapasitas kompetensinya.  caranya mungkin ajak partner kerja kita untuk kopi darat, mulai bicarakan angan-angan kalian sampai menyempit tentang konsep untuk diaplikasikan nanti.

2. Kenali jenis pekerjaan.
Mengenal bagaimana latar belakang proyek, fungsi bangunan, standard yang berlaku, dan peraturan daerah setempat, sebagai batasan bekerja.  

3. Membuat garis besar perancangan / benang merah
Buatlah sebuah konsep besar tentang perancangan, sebut saja induk dari beberapa konsep kecil. Fungsinya menjadi patokan dalam merancang yang nantinya akan memudahkan kita saat terjadi ketidak cocokan pikiran masing-masing ataupun menemui kebuntuan ide dalam grup.  ketika terjadi hal tersebut cepat-cepat balik ke konsep induk sehingga kembali untuk dipikirkan secara perlahan.  

4. Sering-sering untuk Briefing dan presentasi Interen kelompok
Selain ketidak cocokan ide dari masing-masing, bentroknya jadwal dapat mengganggu kinerja kelompok. Untuk mengatasinya, lakukan briefing untuk mengatur jadwal. Jika berhalangan untuk hadir jangan ragu untuk memberitahukan kepada teman kerja dan bersedia dengan iklas untuk meminta tugas agar bisa dikerjakan dilain tempat.  setelahnya, saat pertemuan selanjutnya presentasikan hasil kerja anda, untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan output yang diinginkan oleh kelompok kerja.  

5. Buatlah beberapa kesepakatan
Buatlah kesepakatan yang menurut anda perlu, seperti jadwal bekerja, pembagian pekerjaan, tanggal deadline, dan hasil output.

6. Closing
Ini sering diabaikan dalam sebuah kelompok kerja, gunanya untuk mengevaluasi kinerja dari masing-masing untuk dapat diperbaiki di pekerjaan selanjutnya. Selain itu juga perlu untuk beramah tamah gunanya untuk menghapus segala unek-unek selama bekerja, dan carilah tempat untuk sekaligus santai dan refreshing untuk mengembalikan sejenak kondisi otak yang terkuras dan terporsir.  
Dari apa yang saya uraikan diatas adalah pengalaman pribadi saya dalam bekerja kelompok teman dan mungkin ada yang terlupa atau terlewat mohon koreksi, dan boleh ditambah pada kolom komentar.  :) good luck ya
Bekerja Bersama Teman Bekerja Bersama Teman Reviewed by Rusyaidi Ahmad, ST on March 19, 2013 Rating: 5
Powered by Blogger.