Lokbaintan dalam Sketsa : Pasar Terapung Dialiran Sungai Martapura, Otentik Sejak Zaman Old

Transaksi Pasar Terapung | ©rusyaidiahmad
Dingin dan sedikit berkabut, beginilah suasana Banjarbaru dinihari ini. Bercetak wajah ngantuk masih menyelimuti, sementara perjalanan darat dari Banjarbaru menuju Banjarmasin masih satu jam lamanya.

Pasar terapung adalah pasar yang hanya bisa ditemui saat dinihari hingga pagi, waktu tepatnya sebelum matahari beranjak terlalu tinggi. Hal ini sudah berlangsung lama,  otentik sejak zaman old. 

Sesuai rencana, 4.30 WITA meet point hari ini disebuah Dermaga yang menyatu dengan sebuah bangunan restoran.  Tempat yang strategis memang,  selain dikenal sebagai titik awal wisata susur sungai, disini wisatawan juga bisa menikmati  kuliner khas Banjar saat pagi. 
Sebuah tempat dimana Dermaga dan restoran yang menyajikan kuliner Soto Banjar menjadi satu.

Siapa yang belum kenal Soto Banjar, salah satu dari beberapa makanan ketupat berkuah terlezat yang ada di Banjarmasin. 

sumber : Wikipedia
Diperjalanan,  wisatawan dibawa menyusur Sungai Martapura selama kurang lebih 1 jam menuju pasar terapung Lokbaintan. Tidaklah terasa lama sambil menikmati perjalanan, wisatawan akan dicengangkan dengan segala aktivitas masyarakat setempat serta suguhan panorama arsitektur tepian. Arsitektur khas Pulau Borneo dengan barisan pemukiman tepi sungai nan eksotik.

©rusyaidiahmad
Hilir mudik perahu mesin atau yang biasa disebut kelotok terdengar sayup dari kejauhan,  masyarakat tengah siap menyiapkan segala rutinitas seperti layaknya  kesibukan dijalan kota. 

©rusyaidiahmad
Beberapa wisatawan yang saya dan rekan temui tengah asik merekam momentum perjalanan dengan video dan beberapa lagi ada yang asik dengan kamera ponsel cerdasnya. Lain halnya dengan kami yang melakukan perjalanan, kali ini saya dan beberapa rekan dari komunitas Sketsa Banjar berencana akan merekam momentum dengan sketsa.  Menarasikan sebagaimana pasar terapung Lokbaintan dalam bentuk visual gambar coretan tangan.

©rusyaidiahmad
Sejak beberapa tahun lalu kegiatan sketsa menjadi hal yang sering kami lakukan.  Hingga akhirnya 2 tahun belakangan,  lahirlah komunitas Sketsa Banjar yang diisi oleh penggiat-penggiat sketsa dari dosen,  alumni dan mahasiswa Arsitektur ULM KalSel. Selain Sketsa adalah hobi bersama, sketsa juga sebagai pengikat silaturahmi antara penggiatnya.  Tidak jarang sketsa bareng dilakukan,  sharing dan saling mengasah kemampuan individu.

Serius mengamati dan merekam momentum | ©archilatoel

 Melakukan finishing pewarnaan sketsa | ©archilatoel

Poto Bersama Sketsa Banjar | ©archilatoel




Setiap tempat banyak menyimpan keunikan dalam bersketsa,  terlebih adalah pasar terapung yang mengharuskan kami melakukan live sketch diatas kelotok.  Perubahan sudut pandang berlangsung sangat cepat,  karena kelotok dan jukung selalu dalam keadaan bergerak akibat arus sungai.  Hal ini justru menjadi tantangan dalam mengambil gambar sketsa,  semakin cepat merekam bentuk dan momen dalam ingatan akan semakin nampak bentuk yang tersketsa diatas kertas. Beruntung,  ini adalah sebuah pengalaman baru dan pelajaran baru bagi kami.

Hasil para sketsawan | ©rusyaidiahmad

Lokbaintan dalam Sketsa : Pasar Terapung Dialiran Sungai Martapura, Otentik Sejak Zaman Old Lokbaintan dalam Sketsa : Pasar Terapung Dialiran Sungai Martapura, Otentik Sejak Zaman Old Reviewed by Rusyaidi Ahmad, ST on November 08, 2017 Rating: 5

2 comments:

  1. Wah bisa sambil lihat matahari terbit nih ya hehe..

    Wah pake sketsa keren nih. Kaya di majalah lion air ada juga tuh cerita traveling tapi gambarnya sketsa, bukan foto.. Coba aja kirim cerita perjalanan plus sketsanya ke majalah lion air mas.. jarang2 lho.. Kalau foto kan udh bejibun..

    Salam kenal
    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika tidak mendung, sunrise jadi pemandangan yang mutlak ditemui...
      Hehe...


      Iya mas, kalo yang itu mungkin cita-cita para sketsawan bisa mejeng sketsa di majalah-majalah terkenal. Yang notabene sketsa masih belum banyak diminati oleh redaksi-redaksi besar.

      Salam balik mas, semoga perjalanannya semakin menginspirasi :)

      Delete

Pengunjung yang Baik Selalu Meninggalkan Komentar :)

Powered by Blogger.